Rabu, 07 November 2012

Sir Alexander Chapman Ferguson


Fergie, panggilan pendeknya, kini telah berusia 70 tahun dan mau tahu rekornya? 1.461 pertandingan dengan torehan 871 menang, 330 seri, dan 260 kalah. Dengan presentase 59,61 persen ini, ia berhasil mempersembahkan 37 trofi bagi publik Old Trafford.
Pria Skotlandia ini merupakan legenda hidup dalam era sepakbola modern. Anak asuhnya, Anderson, pernah berujar, ”Jika Fergie pensiun, United bakal kehilangan 30-40 persen kekuatannya. Dunia akan kehilangannya. Dia adalah figur ayah bagi semua pemain, orang yang sangat dihormati," ujar pemain asal Brasil itu.
Sir Alex Ferguson jelas merupakan salah satu manajer tersukses dalam sejarah persepakbolaan. Dia dipuja fans Manchester United, tapi tak jarang juga dibenci oleh para suporter dan fans dari klub-klub lainnya.

Toh, dia telah membuktikan diri memiliki 26 tahun masa karier yang luar biasa sebagai manajer Setan Merah. Di lapangan maupun di luar lapangan, Sir Alex juga termasuk orang yang cukup banyak dikagumi, pun mendapat respek dari banyak kalangan. Pihak klub sendiri bakal menaruh patung Ferguson di pintu masuk Sir Alex Ferguson Stand di Old Trafford sebagai bentuk penghargaan 26 tahun karier sang manajer di klub.

Menilik ke masa lalu, Ferguson memulai kariernya di Manchester United pada 1986. Tepatnya, pada 6 November, 26 tahun silam, kubu Setan Merah menunjuknya sebagai manajer baru mereka, menggantikan Ron Atkinson.

Manajer asal Glasgow itu memulai kariernya sebagai pebola, bermain sebagai striker untuk klub lokalnya, Queen's Park FC pada 1957. Sempat berpindah klub beberapa kali, Fergie akhirnya memulai kariernya sebagai manajer pada 1974 dengan menangani East Stirlingshire dan St. Mirren (1974-1978).

Namun, namanya mulai dikenal saat dia menangani Aberdeen pada 1978-86. Saat itu, dia membawa klub tersebut meraih tiga gelar liga, empat Piala Skotlandia, satu Piala Liga Skotlandia, Piala Winners, dan gelar Piala Super Eropa.

Awal kariernya di Manchester United sendiri terbilang biasa-biasa saja. Malah, Fergie mendapatkan kekalahan pada laga pertamanya. Saat itu, Setan Merah kalah 0-2 dari Oxford United. Pada musim pertamanya, Man.United pun cuma finis di peringkat ke-11. Lalu, finis kedua pada musim selanjutnya, tapi kemudian pada musim ketiga kembali ke peringkat ke-11.

Fergie boleh jadi tak tergoyahkan saat ini. Tapi, bukan berarti dia tak pernah terancam dipecat. Pada pertengahan musim keempat, pekerjaannya di Man.United berada di ujung tanduk setelah timnya hanya mampu berada di posisi ke-15 saat tahun baru, cuma meraih dua poin dari delapan laga antara 25 November hingga 1 Januari. Kendati begitu, United tetap mempertahankannya dan dia berhasil membawa klubnya menjuarai FA Cup pada musim itu.

Kesuksesan Ferguson salah satunya datang pada musim 1998-99. Saat itu, The Red Devils berhasil menjuarai tiga gelar sekaligus: Premier League, FA Cup, dan Liga Champions. Untuk gelar terakhir, United harus menjalani laga dramatis. Saat itu, pada partai final United tertinggal 0-1 dari Bayern Munchen di Camp Nou sejak menit keenam.

"Pada akhir pertandingan ini, trofi Eropa hanya akan berada enam kaki darimu dan kamu bahkan tak akan bisa menyentuhnya jika kita kalah. Dan bagi banyak dari antara kamu, itu akan menjadi jarak terdekat yang pernah kamu gapai. Jangan berani-beraninya kamu datang kembali ke sini tanpa memberikan segala yang terbaik," tutur Fergie menceramahi skuadnya saat jeda laga.

Keajaiban terjadi. Setan Merah berhasil membalikkan kedudukan lewat dua pemain pengganti, Teddy Sheringham dan Ole Gunnar Solskjaer. Hebatnya lagi dua gol tersebut dicetak pada menit ke 90+1 dan 90+3.

Pada akhir pertandingan, ketika Man.United menjadi juara Eropa, Fergie pun berujar, "Saya tidak bisa memercayai ini. Saya tidak bisa memercayai ini. Football. Bloody hell ." Itu merupakan salah satu ungkapan yang keluar dari mulut sang manajer yang kini cukup terkenal di dunia sepak bola.

Pada Juni 1999, Ferguson pun dianugerahi gelar kebangsawanan atas jasanya di dunia sepak bola. Dia dinilai sukses mengharumkan nama Inggris bersama Manchester United di Eropa.

Menangani United selama berpuluh-puluh tahun, Fergie tentu paham benar dengan rivalitas antara timnya dengan beberapa tim Inggris, salah satunya Liverpool.

Tak heran, sang manajer juga ikut bereuforia ketika United berhasil menggeser rekor 18 gelar liga Liverpool pada 2010-11.

Kini, Ferguson sudah membawa banyak gelar bagi kubu Old Trafford. Pun meraih sejumlah gelar individual, termasuk menjadi manajer terbaik Premier League sebanyak 10 kali.

Umurnya pada Desember mendatang sudah 71 tahun, tapi Ferguson tetap bertekad membawa kesuksesan demi kesuksesan ke Old Trafford. Kendati begitu, ketika ditanya mengenai rencananya jika sudah pensiun nanti, dengan enteng Fergie menjawab, "Saya adalah pria dengan banyak talenta. Saya mungkin akan menekuni lukis atau sesuatu seperti itu."

Sebagai tanda penghormatan terhadap pelatih yang telah memberikan begitu banyak gelar bagi Setan Merah, manajemen klub mendirikan patung berwujud dirinya di Old Trafford. Patung itu akan dipamerkan secara resmi pada 23 November mendatang, satu hari sebelum kemenangan pertama Fergie bersama United, yakni kemenangan 1-0 atas QPR pada 22 November 1986.